Peran Orang
dalam dan calo dalam melamar pekerjaan
Selain Negara berkembang,Indonesia juga merupakan Negara keempat setelah china,india
dan amerika serikat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia,dengan jumlah penduduk sekitar 255.993.674 jiwa tentunya
sangatlah wajar jika perekonomian negara kita sangatlah terbatas bukan hanya
itu,Persediaan lowongan pekerjaan saat ini juga terbatas. Bahkan banyak
sarjaana-sarjana yang setelah menyandang lulusab sarjanaa tak tau haarus
kemana,kondisi ini justru digunakan dengan baik oleh para calo atau penyalur
tenaga kerja illegal sebagai sumber untuk mendapatkan uang. Anda pasti pernah
mendapatkan tawaran tawaran jika anda ingin bekerja misalya menjadi admin maka anda harus
mengeluarkan uang sebanyak 2jt rupiah maka anda akan langsung bekerja. Lalu
bagaimana jika mereka yang tidak memiliki uang? Sangatlah miris bukan? Mereka
menyebut diri mereka sebagai orang dalam yang tentunya sudah kong kalikong
dengan HRD di perusahaan tersebut,meskipun tidak semuanya perusahaan yang
menggunakan system seperti ini namun kebanyakan menggunakan system ini meski perusahaan tidak menganjurkan hal
tersebut tetap saja terjadi. Sepertinya kita mulai dibodohi dengan uang,bahkan
dalam pribahasa “untuk mendapat ikan
yang besar maka kita harus menggunakan
umpan yang besar pula” sudah tidak asing lagi ditelinga kita.kata-kata sogok
menyogok,kong-kalikong sepertnya sudah hampir menjadi ciri khas negeri ini.
Bagaimana kita akan maju jika hak-hak kita direnggut oleh hal-hal yang separti
itu. Bisakah kita bersaing menggunakan
kemampuan jika pada dasarnya kemampuan dinomor duakan? ,karena hal
demikian persyaratan menjadi seorang pekerja di pabrik atau perusahaan bukan
hanya memiliki kemampuan melainkan :
1.
Memiliki koneksi : jika anda tidak mengenal
atau memiliki saudara atau rekan di perusahaan tersebut maka kemungkinan kecil
anda akan diterima.
2.
Memiliki
modal : bukan modal usaha yang saya maksudkan namun modal yang saya maksudkan
disini ialah memiliki cukup uang untuk membayar calo agar kita dapat bekerja.
Dua syarat diatas
adalah hambatan yang luar biasa bagi kita yang memiliki dana terbatas dan juga
tidak memiliki koneksi dengan salah satu pegawai di perusahaan yang akan kita
lamar, sebagai contohnya saya juga pernah melamar di salah satu perusahaan
retail di Indonesia dan saya sendiri kaget ketika ada beberapa orang calon
pegawai yang dinomor satukan karena ia adalah keponakan,anak,atau saudara dari
salah satu pegawai di perusahaaan retail tersebut. Selain itu anda jangan
pernah mencoba mengajukan lamaran yang anda ketahui di tembok-tembok kota dan
mereka memberikan informasi nomor hp bukannya alamat perusahaan mereka karena
ketika hanya nomor hp yang mereka cantumkan sudah pasti itu adala calo atau
oknum yang kurang bertanggung jawab karena saya pribadi sudah pernah mencoba
menghubungi nomor yang terpasang di
kertas yang ditempel di tembok-tembok kota yang mengatakan bahwa mereka
membutuhkan tenaga kerja sebagai admin gudang dan sayapun mencobanya karena
saya sudah tidak tahan menjadi pengangguran. Saya mencoba mengirim pesan kepada
beliau “selamat pagi,apakah benar anda memerlukan seorang admin gudang?,jika
benar saya ingin melamar di perusahaan yang anda maksud” beberapa menit
kemudian saya mendapatkan balasan yang saya sendiri tidak pernah menduganya
“iya,silahkan besok datang ke alamat ********* dan jangan lupa untuk membawa
uang sebesar 1jt 5ratus “ tanpa membalas kembali pesan tersebut saya langsung
paham bahwa orang tersebut adalah calo. Setelah membaca artikel ini,saya harap
para pencari kerja lebih jeli dalam melamar pekerjaan apalagi jika anda mencoba
bermain main dengan calo yang tidak jelas maka sudah pasti selain anda tidak
mendapatkan pekerjaan,anda juga akan kehilangan uang anda.
0 komentar:
Posting Komentar